Definisi public relations adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus
dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik
antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relations dianggap sebuah proses
atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara
organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).
Public relations
adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara
komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan
publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan
merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen
untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan
memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal
untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara
yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002).
Sumber:
jurnal-sdm.blogspot.co.id
Nah, berdasarkan pengertian atau definisi
diatas menurut saya public relations
dengan hubungan masyarakat atau yang biasa disebut dengan HUMAS berbeda. Karena
public dari public relations tidak
hanya masyarakat. Tetapi berhubungan juga dengan faktor-faktor yang memengaruhi
sebuah lembaga atau institusi. Misalnya penanam saham, pihak-pihak lain yang
diajak bekerja sama, atau bisa juga pegawai atau internal dari sebuah lembaga
itu sendiri. Sedangkan HUMAS fokusnya ke masyarakat luas atau penduduk.
Menurut
Grunig dan Hunt ada empat model PR yaitu Two way communication symetrical, Two
way communication asymetrical, One way communication asymetrical, dan One way
communication symetrical, contohnya yang sesuai dengan konteks Indonesia
masing-masing sebagai berikut:
1. Two
way communication symmetrical
Contohnya
Lifeboy, karena di managemen Lifeboy melakukan komunikasi dua arah dengan
masyarakat, instansi tersebut tidak menutup diri atas pertanyaan masyarakat
atas semua hal tentang Lifeboy dan juga mereka melakukan riset bukan hanya
untuk kepentingan perusahaan dalam meningkatkan jumlah pembelian masyarakat
terhadap produk Lifeboy tetapi juga untuk kepentingan masyarakat dengan
mengadakan program cuci tangan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat
Indonesia
2. Two
way communication asymetrical
Contohnya
pengantian minyak tanah ke gas yang dicanangkan pemerintah, di dalam program
ini pemerintah melakukan komunikasi dua arah dan tidak menutup diri atas
pertanyaan masyarakat juga komplainnya terhadap masalah bagaimana penggunaan
kompor gas yang memang sebagian besar masyarakat masih sangat asing dalam
menggunakan kompor gas dengan menerjunkan beberapa kelompok orang untuk
mendatangi rumah-rumah dan memberikan pengarahan cara menggunakan kompor gas
juga menerjunkan para teknisi untuk memperbaiki kompor gas yang rusak akibat
kesalahan penggunaan kompor gas tersebut. Dan program ini tidak didahului
dengan riset tentang penggunaan minyak tanah oleh masyarakat Indonesia,
pemerintah tidak melihat kepentingan masyarakat hanya kepentingan pemerintah
saja agar minyak di Indonesia tidak habis dan produksi gas bisa meningkat
penjualannya. Contoh lainnya adalah dengan adanya pertalite dengan harga
terjangkau agar masyarakat beralih dari premium, dan lain sebagainya.
3. One
way communication asymetrical
Contohnya
Adam air, saat terjadi kecelakan yang mengemparkan masyarakat Indonesia dengan
menghilangnya pesawat dalam kecelakaan tersebut. Pihak Adam air seakan cuci
tangan dan saling lempar kesana-kemari akan tanggung jawabnya kepada penumpang.
Seluruh kantor Adam air juga tutup. Sehingga masyarakat hanya menebak-nebak
saja apa yang terjadi di dalam managemen Adam air, tidak ada komunikasi dua
arah antara Adam air dan masyarakat. Adam air juga tidak berusaha untuk
meningkatkan hubungannya dengan masyarakat dengan membangun citra yang baik
demi kelangsungan hidup perusahanan.
4. One
way communication symetrical
Contohnya
penyakit misteri di Magelang. Pemerintah memang menangapi penyakit misterius
yang banyak menelan korban di daerah Magelang akan tetapi terlalu tergesa-gesa
menanggapinya yang menyebutkan bahwa tempe gembus penyebabnya, tetapi hal itu
dibantah oleh keluarga korban ataupun korban yang selamat. Pemerintah memang
berupaya untuk meningkatakan hubungannya antara instansi dengan masyarakat agar
pemerintah bisa membantu masyarakat untuk menemukan penyakit apa yang
sebenarnya terjadi juga membantu menanganinya, tetapi respon dari masyarakat
hingga kini tidak ditanggapi sehingga membuat komunkasi yang terjadi hanya satu
arah.
Sumber:
novithec.blogspot.co.id